Rabu, 31 Mei 2017

DANAU SENTARUM KALIMANTAN BARAT

Danau Sentarum, Danau Unik dan Langka Di Jantung Borneo

Kawasan Danau Sentarum
Terletak di jantung Borneo atau tepatnya di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kawasan Danau Sentarum yang merupakan komplek danau-danau  yang terdiri dari  20 buah danau besar kecil,  sejak tahun 1999 ditetapkan sebagai Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan mempunyai luas 132.000 Hektar.  Berada 700 kilometer timur laut Kota Pontianak itu, TNDS terdiri atas 89.000 hektar hutan rawa tergenang dan 43.000 hektar daratan.
Danau Unik dan Langka
Danau Sentarum sungguh berbeda dengan danau ‘konvensional’ lainnya, sebab Danau Sentarum sejatinya adalah daerah hamparan banjir (lebak lebung /floodplain).  Dengan letak dan kondisinya yang berada di tengah-tengah jajaran pegunungan menjadikan kawasan ini sebagai daerah tangkapan hujan. Pada musim penghujan Komplek Danau Sentarum akan terendam air akibat aliran air dari pegunungan di sekelilingnya dan dari luapan Sungai Kapuas yang merupakan Sungai terpanjang di Indonesia. Selama 9-10 bulan dalam setahun, kawasan Danau Sentarum akan terendam hingga kedalaman 6 – 14 meter.  Diperkirakan tersimpan 16 triliun meter kubik air per tahun di kawasan ini.  Dan uniknya pada musim kemarau panjang, sebagian besar danau menjadi kering.

Pada musim penghujan tergenang trilyunan meter kubik air
Pada musim kemarau menjadi hamparan kering dan terkadang ditumbuhi rumput laksana padang golf.
Hanya tersisa alur sungai kecil di tengahnya.
Hal inilah yang menjadikan kawasan Danau Sentarum merupakan salah satu tipe ekosistem hamparan banjir paling luas yang langka dan masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
Salah satu pemandangan pemukiman masyarakat setempat di-shoot dari sudut yang sama.  Saat banjir dan surut.
Kekayaan Flora dan Fauna
Namun, bukan fenomena alam ini saja yang menjadi keunikan Danau Sentarum. Danau yang terbentuk pada zaman es atau periode pleistosen ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa dan tak dimiliki daerah lain. Tumbuhannya saja ada 510 spesies dan 33 spesies di antaranya endemik TNDS, termasuk 10 spesies di antaranya merupakan spesies baru.
Hewan mamalia di TNDS ada 141 spesies. Sekitar 29 spesies di antaranya spesies endemik, dan 64 persen hewan mamalia itu endemik Borneo. Terdapat 266 spesies ikan, sekitar 78 persen di antaranya merupakan ikan endemik air tawar Borneo. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebagai salah satu habitat ikan air tawar terlengkap di dunia.
Selain hutan yang bagus dan menjadi habitat lebah, TNDS juga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Dari segi ukuran, misalnya, ada jenis ikan terkecil, yang dikenal dengan nama ikan Linut (sundasalanx cf. microps) berukuran 1-2 sentimeter dengan tubuhnya yang transparan seperti kaca, hingga ikan berukuran panjang dua meter seperti ikan Tapah dari genus Wallago.
Adapun ikan yang bernilai ekonomis dan di konsumsi warga, misalnya, ada ikan gabus, toman, baung, lais, belida, dan jelawat. Khusus ikan hias, di TNDS terdapat ikan silok atau Arwana (scleropages formosus) dan dan Ulang-uli (botia macracranthus) yang berhasil menembus pasaran internasional dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.  Pada kawasan ini tercatat paling tidak 120 jenis ikan,  serta terdapat beberapa jenis spesies yang hanya dimiliki oleh Danau Sentarum dalam artian tidak ditemukan di belahan dunia lain.
Arwana/Siluk Merah

Ulang Uli


Buaya Senyulung
Selain itu terdapat 31 jenis Reptilia.  Delapan jenis diantaranya merupakan jenis yang dilindungi seperti Buaya Muara (Crocodylus porosus), Buaya Senyulung (Tomistoma schlegelli), Labi-labi, Ular, Biawak, dll. Bahkan Buaya Katak atau Buaya Rabin (Crocodylus raninus) yang di Asia telah dinyatakan punah masih diketemukan di kawasan ini.
The Last Paradise
Danau Sentarum juga menyuguhkan keindahan alam  yang tak terkira hingga dijuluki sebagai The Last Paradise.

Suasana senja di salah satu sudut Danau
Lukisan alam di salah satu pemukiman masyarakat
Terancam punah
Namun keberadaan Danau Sentarum sepertinya akan terancam dengan adanya pembukaan hutan besar-besaran dengan dalih perkebunan atau illegal logging.


Hutan dibuka dipinggiran Sungai Kapuas di dekat kawasan Danau Sentarum.

Akankah Danau Sentarum tinggal menjadi kenangan?

RAJA AMPAT - PAPUA

Warna-warni terumbu karang yang ada di perairan Raja Ampat terpancar begitu indah. Tanpa harus menyelam dan masuk ke laut dalam semua isi laut dangkalnya sudah terlihat dan mewakili hampir sebagian besar isi laut dalamnya. Ikan-ikan kecil seperti menari memamerkan liukan tubuh mereka. Gelombang ombak yang tenang memberikan mereka kesempatan untuk berenang berkelompok dan mendekat ke wilayah tinggal manusia. Ikan-ikan berpadu dengan karang yang menawan menyuguhkan sebuah surga bagi para penyelam dunia. Laut Raja Ampat memang memiliki keindahan yang belum tertandingi oleh tempat manapun di Indonesia, bahkan Raja Ampat dapat disetarakan dengan perairan indah dunia seperti Maladewa, Laut Tengah, atau Kepulauan Fiji.

Raja Ampat merupakan salah satu dari 10 tempat menyelam terbaik yang dimiliki dunia. Bahkan, diakui sebagai perairan nomor satu di dunia yang memiliki flora fauna terlengkap di dunia. Seorang ahli karang, Dr. John Veron pernah menyebutkan dalam penelitiannya bahwa Raja Ampat mempunyai 450 jenis karang yang teridentifikasi masih dalam kondisi berkembang sangat baik. Sebuah lembaga Conservation International (CI) yang bekerjasama Lembaga Oseanografi Nasional (LON) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga pernah melakukan sebuah penelitian di tahun 2001 dan 2002. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Raja Ampat memiliki hampir 75% terumbu karang yang ada di seluruh dunia. Selain itu, perairan Raja Ampat adalah tempat tinggal dari 1000 lebih jenis ikan karang dan 700 jenis Moluska. Kesimpulan penelitian itu adalah tak satupun perairan dunia yang memiliki kondisi ini selain Raja Ampat.
Wilayah Laut Raja Ampat meliputi lebih dari 85% dari keseluruhan area Raja Ampat. Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah daratannya. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi Raja Ampat, khususnya di mata para penyelam. Adapun titik penyelaman yang terkenal di Raja Ampat antara lain adalah Cape Kri yang tidak jauh dari pulau Mansuar, Blue Magic yang mempunyai karang indah, atau wilayah perairan sekitar pulau Arborek yang merupakan habitat Ikan Pari Manta. Spesies ikan yang hidup di perairan ini melebihi jumlah spesies hewan daratnya. Para penyelam dunia begitu mencintai Raja Ampat karena kekayaan hayati yang dimiliki surga bawah lautnya hingga menyebut Raja Ampat sebagai Surga Bawah Laut Dunia. Banyak spesies hewan laut unik seperti wobbegong (sejenis ikan sotong/cumi-cumi), kuda laut mini, atau bahkan ikan-ikan besar seperti Hiu, Ikan Pari Manta, dan Ikan Duyung yang legendaris. Para penyelam juga sering menemukan dan berenang dengan kumpulan ikan Tuna, Giant Trevaly, atau Snappers. Bahkan, ikan berbahaya seperti Barakuda pun seringkali menemani para penyelam ketika menikmati indahnya ekosistem bawah laut Raja Ampat.
Keanekaragaman yang dimiliki Laut Raja Ampat disebabkan oleh posisi wilayah ini yang berada di perairan antara 2 benua dan 2 samudera. Hal ini membuat banyaknya terjadi persilangan ekosistem dan spesies antara 2 wilayah besar Asia-Pasifik. Kondisi perairan Raja Ampat pun tergolong sangat baik bagi perkembangbiakkan ekosistem laut. Suhu permukaan laut berkisar sekitar 28 derajat Celsius dan di kedalaman tertentu mencapai 27 derajat Celsius. Selain itu, cahaya matahari pun dapat menembus kedalaman laut hingga 30 meter, tentu saja ini sangat baik bagi terumbu karang dan ikan-ikan laut Raja Ampat. Ekosistem terumbu karang di Raja Ampat pun mempunyai sifat khusus yang bisa mengelola makanan sendiri bagi organisme-organisme di dalamnya secara aktif. Padahal, ekosistem terumbu karang di Raja Ampat merupakan wilayah yang miskin unsur hara dan nutrisi (oligotropik).

Keindahan dunia bawah laut Raja Ampat tidak perlu diragukan lagi. Raja Ampat merupakan sebuah aset besar bagi sukses pelestarian terumbu karang dan populasi ikan laut dunia. Kepulauan Raja Ampat memiliki peran penting bagi kelestarian alam dunia, oleh karena itu banyak sekali lembaga konservasi dunia yang mengarahkan fokus mereka pada tempat ini. Bahkan, bagi wisatawan mancanegara diperlukan ijin khusus untuk memasuki wilayah perariran Raja Ampat. Pemerintah Indonesia pun sudah mengeluarkan banyak pelarangan untuk menangkap ikan-ikan langka di Raja Ampat. Selain itu, berbagai upaya konservasi terumbu karang pun sudah dilakukan di beberapa tempat seperti Pulau Misool atau Waigeo. Semua ini merupakan upaya demi terciptanya kelestarian alam dunia yang dimulai dari Surga Bawah Laut Raja Ampat. 

GILI TRAWANGAN - LOMBOK

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai "Tîr na Nôg" mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.

Trawangan punya nuansa "pesta" lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.
Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Kelebihan Gili Trawangan dibandingkan dengan pantai lain adalah kita dapat menikmati sunset dan juga sunrise sekaligus di pantai ini! Hal ini terjadi karena Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap timur dan menghadap barat, dan jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga baik sunrise maupun sunset dapat kita nikmati di pantai ini.
Di Gili Trawangan juga kita dapat melihat kesenian bela diri tradisional yang bernama presean atau stick fighting yang biasanya dipertontonkan disekitar pasar seni Gili Trawangan.
Sejarah:
Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dijadikan tempat persinggahan orang orang Bugis dari Sulawesi yang kemudian menetap turun temurun disini bersama warga Sasak dan Bali.


Senin, 29 Mei 2017

TAMAN NASIONAL LAUT BUNAKAEN, SULAWESI UTARA

Objek Wisata Taman Nasional Bunaken Wisata Taman Laut Terpopuler


Pulau Bunaken | Para traveler dimanapun berada, pada kesempatan kali ini kembali Twisata akan mengulas mengenai destinasi wisata yang ada di Indonesia, tepatnya di Provinsi Sulawesi Utara yaitu Taman Nasional Bunaken. sudah pernah mendengar tempat wisata ini bukan ?. bagi Anda yang belum pernah mendengar atau mengetahui lebih jauh mengenai tempat wisata ini artikel yang berjudul Objek Wisata Taman Nasional Bunaken Wisata Taman Laut Terpopuler ini akan memberikan informasi yang bisa Anda jadikan referensi sebelum pergi ke tempat wisata ini. ok kita langsung saja.
Taman Nasional Bunaken merupakan tempat wisata yang berada di Teluk Manado - Sulawesi Utara dengan luas sekitar 8,08 km persegi, tempat wisata ini merupakan salah satu bagian dari pemeritahan kota Manado yang merupakan ibukota Sulawesi Utara. di sini terdapat sebuah Taman Laut yang sangat indah yang terdapat di sekitar pulau Manado Tua ( Mantehage dan Siladen ). untuk menikmati suasana bawah laut Bunaken Anda harus menyelam kedalam dan bergerak mengikuti irama ombak yang mengalir.
Gambar Taman Laut BunakenPesona alam bawah laut yang menakjubkan akan dapat anda temukan disini, ada sekitar 13 jenis terumbu karang  yang menjulang terjal vertikal kebawah sedalam sekitar 25 - 50 meter. Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang disuguhkan oleh sekitar 91 species ikan yang ada di Taman Laut Bunaken. antara lain koi putih (Seriola rivoliana), gusimi lokal (Hippocampus), nila gasi(Scolopsis bilineatus), goropa (spilotocepsep hinephelus dan hypselosoma Pseudanthias), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), dan banyak yang lain. tidak hanya itu disini juga banyak ditemukan moluska seperti ikan kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus (Nautilus pompillius), kima raksasa(Tridacna gigas) dan tunikates atau askidian.
Bagi para Traveler yang menyukai scuba diving, tempat ini adalah salah satu tepat terbaik untuk melakukan kegiatan tersebut. ada sekitar 20 titik yang bisa digunakan untuk penyelaman, dimana Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berenang kedalam laut dengan disekelilingi beragam biota laut yang sangat mempesona.

Sejarah Wisata Bunaken

Bunaken yang satu ini bisa sangat terkenal seperti sekarang ini dikarenakan keindahan taman lautnya, wisata ini ditemukan pada tahun 1975, dan dijadikan sebuah objek wisata andalan Sulawesi Utara. sebenarnyawilayah dari bunaken telah dihuni oleh penduduk semenjak tahun 1400, dan penduduk yang pertama kali menghuni tempat ini merupakan imigran dari kerajaan Bowontehu ( Manado Tua ) serta wilayah yang ditempati meliputi pulau Bunaken, Mantehage, Siladen, Naen, Talise, pulau Bangka, Gangga dan wilayah pesisir utara semenanjung Minahasa
Pada tahun 1850 an, masyarakat yang menduduki Tanjung Parigi berpindah ke Arah Tenggara yang letaknya ditepi pantai dan tepat berhadapan dengan Kota Manado sendiri. kemudian masyarakat tersebut mendirikan sebuah negeri yang oleh mereka diberi nama "Wunakeng" yang merupakan singkatan dari nama "Kinawungakeng", kata Kinawunakeng sendiri mempunyai arti tempat tinggal. Kemudian pada perkembangannya, kata" Wunakeng " sendiri diganti menjadiBunaken yang merupakan singkatan dari "Pamunakeng" yang mempunyai arti tempat mendarat dari sebuah perahu.
Pada mulanya Taman Nasional Laut Bunaken ditemukan oleh sekolompok penyelam dari Kota Manado yang mencoba melakukan kegiatan ekspedisi penyelaman di tempat ini yang dilakukan pada tahun 1975. Dan pada saat mereka melakukan kegiatan penyelaman, nelayan setempat memperingatkan kepada para penyelam tersebut bahwa tempat yang mereka selami banyak terdapat roh jahat, akan tetapi para penyelam tadi tidak gentar dan terus melakukan kegiatan penyelaman. setelah mereka menyusuri tempat dibawah air laut Bunaken, penyelam - penyelam tadi menemukan tumbuhan laut di dinding karang masih murni dan ikan - ikan langka, yang membuat mereka terkagum - kagum melihat pemandangan yang sangat fantastis tersebut. semenjak itulah Bunaken menjadi tempat wisata yang sangat mempesona di Sulawesi Utara. kemudian pada tahun 1991 tempat ini menjadi salah satu Taman Nasional di Indonesia dan pada tahun 2005 Taman Nasional Bunaken menjadi salah satu situs warisan dunia setelah didaftarkan ke UNIESCO.

TEMBOK CHINA

1.     Tembok Besar China Siapa yang tidak kenal dengan tempat wisata yang satu ini, Tembok Besar China merupakan tempat wisata yang ...